RANGKUMAN
A.PENGERTIAN
SASTRA
Sastra
berasal dari bahasa sanskerta, yakni dari kata sas yang berarti mengarahkan,
memberi petunjuk atau instruksi,
sedang tra berarti alat atau sarana (teeuw,1984). Padahal,
dalam pengertian sekarang (bahasa melayu),sastra
banyak diartikan sebagai tulisan.
Pengertian ini kemudian ditambah dengan kata su yang berarti indah atau baik. Jadi, susastra bermakna tulisan yang indah.
Suatu
teks sastra setidaknya harus mengandung tiga aspek utama yaitu, decore
( memberikan sesuatu kepada pembaca ), delectare (memberikan kenikmatan melalui unsur estetik ), movere (
mampu menggerakkan kreativitas pembaca ).
B.KONSEP
BAHASA SASTRA
Bahasa merupakan sarana pengungkap sastra, baik tertulis
maupun lisan. Sastra, tidak hanya sekadar perwujudan gramatika bahasa, deretan
kata, susunan kalimat, dan wacana, namun lebih dari itu. Kelebihan itu
memerlukan interpretasi dengan memakai keahlian dan pengetahuan tentang ciri
dan gaya bahasa sastra. Sastra sebagai salah satu unsur kesenian, mengandalkan
kreativitas dan imajinasi pengarang dengan menggunakan bahasa sebagai media.
Walaupun jawaban yang paling tepat terhadap pertanyaan “ apakah sastra ?” belum
ada yang memuaskan, namun secara umum dapat dikatakan : sastra itu ada karena
pengggunaan bahasa secara kreatif dalam rupa atau wujud yang indah” (
tuloli,1995 ).
C.KONSEP
GAYA BAHASA
Enkvist (dalam
Nani Tuloli, 2000 ) mengembangkan beberapa pengertian gaya bahasa sastra :
a.
sebelumnya.
Bungus ini adalah cara penyampaian dengan bahasa yang berhubungan dengan wacana
yang menimbulkan kesan keindahan.
b.
Pilihan antara berbagai pernyataan yang
mungkin. Ada variasi penggunaan unsur bahasa yang dapat dipilih oleh pengarang.
c.
Sekumpulan ciri-ciri pribadi. Gaya
memang milik pribadi penulis, sehingga kita bisa membedakan karangan seorang
pengarang dengan pengarang lainnya.
d. Penyimpangan
dari norma dan kaidah. Ini ada hubungan dengan kebebasan penyair atau licentiia pooetica.
e. Sekumpulan
ciri-ciri kolektif. Gaya kolektif mancakup gaya sosial, kelompok pengarang
misalnya, gaya balai pustaka, pujangga baru, dan angkatan 45.
f.
Hubungan antara satuan bahasa yang
dinyatakan dalam teks yang lebih kuat. Hubungan yang dimaksud adalah hubungan
yang kontekstual antara suatu kalimat dengan kalimat yang lain, satu kata dengan
lingkungannya.
D.STUDI
SASTRA DALAM PERKEMBANGAN
Studi sastra pada tahun menjelang 1970-an telah
berkenalan dengan berbagai teori dari barat. Perkenalan dengan berbagai
teori-teori dari barat sebenarnya telah pula terjadi beberapa waktu yang
lampau, misalnya melalui pandangan-pandangan plato dan aristoteles.
Sarwadi ( 1994 ) mengungkapkan bahwa sastra meliputi tiga
macam cabang ilmu yaitu : Teori sastra, Sejarah sastra,dan Kritik sastra.
Masing-masing mempunyai objek penyelidikan tertentu.
Kritik sastra
adalah cabang ilmu sastra yang mengadakan penyelidikan langsung terhadap suatu
karya sastra tertentu. Ia mengadakan pendalaman dan dengan melalui analisis
serta penafsiran, kemudian berusaha memberikan suatu penilaian tentang berhasil
atau tidaknya suatu kara sastra.
Teori sastra dapat disebutkan sebagai ilmu yang meneliti
sifat-sifat yang terdapat dalam teks sastra dan bagaimana teks tersebut
berfungsi dalam masyarakat ( luxemburg,1984 ). Adanya teori sastra akan
mempermudah telaah suatu karya sastra secara sistematik sehingga hasil telaah
tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Teori sastra
adalah teori yang mempelajari aspek-aspek dasar dalam teks sastra. Aspek
–aspek tersebut meliputi aspek intrinsik dan ekstrinsik sastra. Teori dasar
intrinsik sastra berhubungan erat dengan bahasa sebagai sistem, konvensi
sastra, kompetensi sastra,konvensi bahasa, sedang konvensi ekstrinsik berkaitan
dengan aspek-aspek yang melatarbelakangi penciptaan sastra. Aspek tersebut
meliputi aliran, unsur-unsur budaya, filsafat, politik, agama,psikologi,dan
sebagainya.
Sejarah sastra secara universal, sejarah sastra tidak
mungin dapat dilepaskan dari teori sastra. Walaupun sejarah sastra hanya
sebagai pencatat karya-karya sastra yang ada, keberadaannya ternyata telah
memberikan sumbangan yang besar dalam mendeteksi perkembangan sastra.
Berdasarkan aspek
kajiannya, sejarah sastra dibedakan
menjadi :
1. sejarah
genre, yaitu sejarah sastra yang mengkaji perkembangan karya-karya sastra
seperti puisi dan prosa yang meliputi cerpen,novel,drama, atau sub genre
seperti pantun,syair, talibun,dan sebagainya. Kajian tersebut dititikberatkan
pada proses kelahirannya,perkembangannya,dan pengaruh-pengaruh yang
menyertainya.
2. Sejarah
sastra secara kronologis, yaitu sejarah sastra yang mengkaji karya-karya sastra
berdasarkan periodisasi atau babakan waktu tertentu.
3. Sejarah
sastra komparatif, yaitu sejarah sastra yang mengkaji dan membandingkan
beberapa karya sastra pada masa lalu, pertengahan, dan masa kini.
E.TEORI
UNIVERSE ABRAMS
Berpijak dari
sejumlah kritik sastra yang ada,pendekatan yang paling populer adalah
pendekatan yang dikemukakan oleh Abrams dengan teori universe-nya. Menurut
Abrams (1979) kritik karya sastra bisa dilihat dari empat elemen utama dari
total situasi yang melingkupi sebuah karya. Pertama, dari sudut pandang karya
itu sendiri yang merupakan produk pengarang; kedua, telaah dari sudut
pengarangnya; ketiga, dari keterhubungan ide,perasaan, atau peristiwa-peristiwa
yang mendasari karya yang baik secara langsung atau tidak langsung yang secara
esensial pada dasarnya merupakan satu tiruan; keempat, adalah dari sudut
pembaca atau penerima. Secara rinci keeempat faktor tersebut oleh Abrams
disebut sebagai pendekatan mimesis,objektif, ekspresif,dan pragmatik.
1. Pendekatan
Mimesis : Pendekatan ini bertolak dari pemikiran bahwa karya sastra merupakan
refleksi kehidupan nyata.
2. Pendekatan
Objektif : Pendekatan yang mendasarkan pada suatu karya sastra secara
keseluruhan. Pendekatan yang dilihat dari ekstensi sastra itu sendiri berdasarkan
konvensi sastra yang berlaku.
3. Pendekatan
Ekspresif : Pendekatan ini dititikberatkan pada ekstnsi pengarang sebagai
pencipta karya seni. Seberapakah keberhasilan pengarang dalam mengekspresikan
ide-idenya. Oleh karena itu, tinjauan ekspresif lebih bersifat spesifik.
4. Pendekatan
Pragmatik : Pendekatan yang didasarkan pada pembaca. Keberhasilan satu karya
sastra diukur dari pembacanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar